Cara membuat Nopia Mino Wisata Kuliner dan oleh-oleh khas Banyumas, banyumas.org – Kawasan RT 03 RW 04, desa Pekunden, kecamatan Banyumas, selama 4 tahun ini sudah dijadikan oleh warganya sendiri, sebagai kawasan wisata edukasi Kampung Mino.

Dengan harga tiket Rp 15.000, pengunjung diajak keliling kampung, untuk melihat proses pembuatan Nopia Mino. Pulangnya dapat souvernir Mino.

kampung nopia mino banyumas
Selamat datang di Kampung Nopia Mino Banyumas

Bahkan dengan biaya Rp 150.000 per 10 orang, wisatawan juga bisa ikut praktek, demo membuat Mino. Mulai dari membuat adonan, “mbuntel” (membungkus), hingga memanggang nopia di gentong yang menantang, karena panasnya. Kemudian seluruh hasil praktek, bisa dibawa pulang.

Cara Membuat Nopia Mino di Kampung Nopia

Untuk dapat berwisata praktek membuat Mino (Mini Nopia) di sini, rombongan perlu menghubungi pihak Kampung Nopia terlebih dahulu. Pengunjung dapat menghubungi Agus Silo, ketua Wisata Kampung Nopia di nomor hp : 0811 2600 185 .

Kemudian, ketika sampai di Kampung Nopia, wisatawan akan disuguhi free welcome drink teh telang yang diramu dengan buah-buahan segar, sambil sejenak melepas lelah di “Rumah Utama”.

Setelah itu, masih di Rumah Utama, pengunjung mulai diajak untuk membuat adonan Mino.

Pertama, dimulai dengan membuat adonan terigu atau adonan kulitnya. Berbahan utama terigu protein sedang, kemudian dicampur dengan gula pasir, air, vanili dan minyak goreng secukupnya.

Sambil menunggu resting adonan kulit selama beberapa menit, pengunjung bisa mengerjakan isiannya, yang berupa terigu protein rendah, air, gula merah halus, mentega dan minyak goreng. Aslinya, mino-mino yang di pasaran, dijual dengan berbagai rasa. Seperti rasa bawang, cokelat, durian, dan lainnya. Maka di proses ini, ditambah perisa makanan di isiannya.

Setelah selesai semua, berikutnya adalah mengambil adonan kulit. Kalau para pengrajin, jari-jari mereka sudah otomatis mengambilnya sesuai ukuran. Kalau ditimbang, sekali ambil adonan kulit ini sekitar 10 gram.

membungkus nopia mino oleh-oleh kuliner banyumas
Mbuntel isian Nopia Mino dengan kulitnya

Satu per satu adonan kulit dipipihkan, untuk kemudian diisi dengan adonan isian. Lalu dibentuk bulat dan direkatkan kembali. Inilah yang biasa disebut dengan “mbuntel”.

Memanggang Nopia Mino dengan Gentong

Usai praktek menyiapkan adonan, wisatawan kemudian diajak keliling kampung.

Melewati dinding-dinding rumah yang dilukis. Pengunjung bisa berswafoto di sini. Sambil sekalian diajak mampir ke Kebun “Toga” (Tanaman Obat Keluarga) di sekitar situ. Kebun yang diisi tanaman-tanaman yang berkhasiat menyembuhkan. Termasuk bunga telang yang disajikan sebagai welcome drink , juga ditanam di sini. Bahkan jika wisatawan cukup beruntung bisa datang pagi-pagi ke Kampung Nopia, bisa juga ikut memanen bunga telang di Kebun Toga ini. Kalau perlu, malam sebelumnya bisa menginap di homestay-homestay yang ada di Kampung Nopia.

Perjalanan berikutnya adalah mengunjungi rumah pemanggangan Nopia Mino.

Salah satu keistimewaan Kampung Nopia, adalah masih mempertahankan pemanggangan Nopia Mino menggunakan gentong.

Menurut Agus Silo, Nopia Mino yang dipanggang dengan gentong, selain memunculkan rasa tradisional yang khas, juga membuat daya tahan Nopia Mino lebih lama dibanding jika dipanggang di oven, yaitu bisa bertahan hingga 3 bulan lebih.

Disebut “gentong”, karena tungku untuk memanggang nopia mino ini memang berupa gentong besar dari tanah liat, dengan rongga kosong di bawahnya untuk meletakkan kayu bakar. Sedangkan di sisi luarnya, diberikan “kerumbung” (selubung) dari anyaman bambu. Kerumbung ini, berfungsi untuk menahan panas gentong ketika orang menempel adonan nopia mino ke dinding dalam gentong.

Cara memanggang Nopia Mino di gentong :

1. Kayu bakar dimasukkan ke dalam gentong dan kemudian dinyalakan hingga nyala api membesar melebihi mulut gentong

api gentong memanggang nopia mino oleh-oleh banyumas
Menyalakan api di gentong untuk memanggang nopia

2. Nyala api yang besar ini dikontrol dengan kipas yang dipukul-pukulkan melingkar di bibir gentong (lebih jelasnya silakan lihat video di bawah postingan)

Proses ini dilakukan terus menerus hingga api padam, yang secara mengejutkan, ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama hingga api besar tersebut padam

3. Selanjutnya, bara api yang masih tersisa di kayu bakar dikeluarkan dari gentong

4. Tungku model seperti ini ternyata berfungsi sebagai penahan panas di dalam gentong. Jadi, ketika bamba (bara api) sudah dikeluarkan, dinding bagian gentong masih panas.

memanggang nopia mino banyumas
Menmpel Nopia Mino di panggangan gentong

Kemudian, adonan Nopia Mino segera ditempel di dinding gentong untuk dipanggang. Proses memanggang dengan ditempel seperti ini menjadikan bagian bawah Nopia Mino berwarna golden brown

5. Tidak membutuhkan waktu lama, Nopia Mino yang matang siap diangkat. Karena jika terlalu lama dipanggang, isian adonan biasanya akan keluar dan membuat Nopia Mino menjadi “pecah”.

Nopia Mino yang sudah matang di”panen” menggunakan alat sodetan besi. Hasil “panenan” itu sejenak diangin-anginkan untuk menambah kerenyahan kulitnya.

Pengunjung bisa langsung mencicipi hangat-hangat Nopia Mino yang baru matang ini. Berbeda dengan yang sudah dikemas, isian Nopia Mino terasa meleleh ketika dinikmati selagi hangat.

Harga-harga di Kampung Nopia Banyumas :

1. Tiket masuk : Rp 15.000 /orang
2. Demo/ Praktek : Rp. 150.000 per 10 orang
3. Homestay : mulai dari Rp. 100.000
4. Bunga Telang dalam kemasan : Rp. 10.000 / bungkus
5. Mino : Rp. 15.000 / bungkus
6. 1 kg Mino : Rp. 25.000

Alamat Kampung Nopia

Desa Pekunden RT 03 RW 04 , Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Contact Person :

Agus Silo
Nomor telpon / WhatsApp : 0811 2600 185

==

Tulisan Liputan Kampung Nopia Mino Banyumas

==

Maps Kampung Nopia Mino :

==

**Video Liputan Kampung Nopia Mino**